Kalau anak anda Diare, Coba baca ini



Beberapa tips penting untuk orang tua ketika menghadapi sang buah hati yang sedang diare

Diare adalah buang air besar lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering yaitu tiga kali atau lebih dalam satu hari. Diare merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang balita dan anak-anak. Terdengar seperti penyakit sederhana dan sering dianggap sepele oleh kebanyakan orang tua. Namun jika tidak tertangani dengan baik akan berdampak buruk bagi anak. Karena anak-anak terutama balita rentan terjadi dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) yang jika tidak ditangani segera akan berdampak buruk sampai kematian. Oleh karena itu kita sebagai orang tua harus mengetahui apa saja yang kita lakukan ketika anak diare dan mengenali tanda-tanda dehidrasi pada anak. Berikut ini saya akan sedikit sharing mengulas tentang tips bagi orang tua ketika menghadapi anak yang sedang diare.

1. Berikan oralit

Sediakan selalu oralit di rumah sehingga sewaktu-waktu anak diare, kita tidak kesulitan mencari oralit di apotek, terutama tengah malam  jarang sekali ada apotek yang buka. Karena itu penting sekali menyediakan oralit di rumah. Campurkan 1 sachet oralit dengan 200 cc air matang sampai larut, minumkan secukupnya setiap kali anak buang air. Jadi, begitu anak selesai buang air langsung minumkan oralit, begitu seterusnya sampai anak sembuh dari diare. Karena oralit ini bertujuan untuk mengganti cairan dan elektrolit tubuh yang hilang karena diare. Jadi kita tidak boleh bosan2 untuk memberikan oralit sampai anak sembuh. Karena kebanyakan orang tua tidak telaten untuk memberi oralit kepada anaknya, karena anak susah untuk minum oralit jadi terkadang membuat orang tua malas memberikan oralit.

2. Berikan Zinc

Zinc bukanlah obat anti diare, tetapi adalah obat untuk mempercepat penyembuhan diare dan meningkatkan system kekebalan tubuh anak sehingga dapat mencegah terulangnya diare selama 2-3 bulan setelah anak sembuh dari diare. Sebaiknya tidak memberikan obat anti diare pada anak karena obat anti diare dapat menghambat pergerakan usus untuk mengeluarkan kotoran atau racun yang seharusnya dikeluarkan ketika diare. Zinc dapat diperoleh di apotek terdekat. Obat ini sangat larut dalam air sehingga mudah untuk diberikan pada anak. Untuk anak usia kurang dari 6 bulan dosis ½ tablet (10mg), dan untuk usia 6 bulan atau lebih dosis 1 tablet (20mg) diberikan satu kali dalam sehari selama 10 hari berturut-turut. Meskipun anak telah sembuh sebelum 10 hari tetap berikan zinc genap sampai 10 hari.

3. Lanjutkan pemberian ASI/susu formula/makanan pendamping ASI

Ketika anak diare kita harus tetap memberikan ASI atau susu formula atau makanan pendamping ASI. Untuk anak di bawah 2 tahun, susu formula sebaiknya dikurangi dan perbanyaklah memberi ASI.

4. Selalu memeriksa kencing anak

Ketika anak diare, kita harus mengetahui kencing anak, catatlah kapan atau jam berapa saja anak kencing, jumlah kencing sedikit atau banyak. Hal ini penting untuk mengetahui apakah anak mengalami kekurangan cairan (dehidrasi) atau tidak. Jika anak sering kencing dan jumlahnya banyak berarti anak belum mengalami kondisi dehidrasi. Naum jika sebaliknya, anak kencing terlalu sedikit atau bahkan tidak kencing dalam waktu 6 jam atau lebih kemungkinan anak mengalami kondisi dehidrasi. Sebaiknya jangan memakaikan pampers saat anak diare agar kita dapat mengetahui apakah anak sudah kencing atau belum, perkiraan kencing banyak atau sedikit. Karena jika memakai pampers kita akan kesulitan untuk mengetahui kencing anak karena akan terserap oleh pampers dan kita sulit membedakan apakah itu kencing atau buang air besar.
5. Mengenali tanda-tanda untuk segera dibawa ke petugas kesehatan terdekat
Segeralah bawa anak ke petugas kesehatan terdekat jika anak menunjukkan gejala sebagai berikut:
  • Buang air besar cair lebih sering
  • Muntah berulang-ulang
  • Anak terlihat sangat haus
  • Makan minum sedikit
  • Demam
  • Kotoran atau tinjanya berdarah
  • Tidak membaik dalam 3 hari
Penyebab memburuknya keadaan anak sampai terjadinya kematian adalah dehidrasi yang berat. Dehidrasi adalah ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit karena diare. Jika cairan tubuh yang keluar lewat diare lebih banyak daripada cairan yang masuk ke dalam tubuh maka tubuh akan mengalami dehidrasi. Dibutuhkan penanganan yang cepat agar tidak jatuh pada kondisi yang buruk. Tanda-tanda dehidrasi pada anak yang dapat kita kenali yaitu kedua mata anak terihat cekung/cowong, bibir kering, anak terlihat sangat haus atau minta minum terus, kencing sedikit atau tidak kencing dalam waktu 6 jam atau lebih, dan anak terlihat lemas. Jika kita melihat tanda-tanda seperti itu maka kita harus segera membawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa kunjungi blog horizon kebumen untuk mendapatkan informasi lainnya. Terima kasih.

0 Response to "Kalau anak anda Diare, Coba baca ini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel